Tips Freelancer Writer – Definisi Dan Ciri-ciri Tulisan Pers Kuning

Tips Freelancer Writer – Definisi Dan Ciri-ciri Tulisan Pers Kuning

Apa kabar freelancer writer Indonesia? Kita bertemu lagi dalam artikel tips dan berita penulisan bersama PabrikArtikel.Com. Pada kesempatan kali ini kita membahs definisi dan ciri-ciri tulisan pers kuning. Apakah pengertian pers kuning? Bagaimana ciri-ciri tulisan pers kuning? Pers kuning dibuat untuk segmentasi masyarakat kelas mana?

Disebut pers kuning karena penyajian jenis pers ini banyak mengeksploitasi warna. Segala macam warna ditampilkan untuk mengundang perhatian pembaca maupun orang yang kebetulan lewat dan melihat media cetak pers kuning. Penataan judul artikel pers kuning sering tak beraturan dan tumpang tindih. Layout apapun bisa dipakai oleh pers kuning sehingga kreatifitas desainer semakin terasah.

Pilihan kata tidak diperlukan dalam publikasi berita karena pers kuning tidak menganut pola penulisan judul dan pemakaian kata yang baik dan benar. Cara penulisan apa pun bisa dipakai dan dicoba dalam artikel berita. Bagi pers kuning, kaidah baku jurnalistik tidak diperlukan. Selain itu, berita media pers kuning tak harus berpijak pada fakta, tetapi bisa saja didasari ilusi, imajinasi, dan fantasi.

Membahas Seks, Konflik dan Kriminal

Menurut Djen Amar, pers kuning menggunakan pendekatan jurnalistik SCC. SCC adalah singkatan dari sex, conflict and crime. Berita dan laporan yang tertulis dalam pers kuning mengangkat tema seks, konflik dan kriminal untuk setiap edisi yang diterbitkan. Misalkan saat ini terdapat berita skandal artis yang memamerkan foto-foto pribadi melalui internet, maka pers kuning akan dengan sigap mengulas berita tersebut.

Dalam bahasa kalangan budayawan, pers kuning lebih banyak mengangkat persoalan dan gambar berselera rendah. Pers kuning tidak bisa dipercaya karena opini dan fakta sering disatukan, dibaurkan, dikaburkan, bahkan diputarbalikkan.

Pers kuning lebih banyak ditujukan kepada masyarakat pembaca kelas bawah. Mereka adalah kelompok masyarakat yang membaca media cetak untuk tujuan mencari hiburan, bukan untuk menambah kemampuan intelektual.

Karena itulah, masih menurut Amar, pers jenis ini sering bersifat sensasional dan meledak-ledak. Dengan demikian, jika seorang jurnalis menyusun berita, memuat gambar atau foto, dan memberi komentar, maka mudah sekali dibedakan, apakah wartawan tersebut termasuk kelompok penerbitan berkualitas, penerbitan populer, atau penerbitan pers kuning.

Semoga tips freelancer writer ini bisa memberi inspirasi bagi setiap penulis lepas, ghost writer dan penulis artikel di Indonesia. Ayo berkarya dan menulis di internet!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *