Cara Efektif Meningkatkan Pendapatan Adsense yang Perlu Dicoba

Cara Efektif Meningkatkan Pendapatan Adsense yang Perlu Dicoba

Salah satu cara menghasilkan uang dari blog/website yang paling banyak diminati oleh blogger Indonesia adalah dengan mengikuti layanan PPC.

Untuk di Indonesia saat ini, layanan PPC yang paling populer dikalangan blogger adalah Google Adsense. Produk google ini menjadi pilihan karena model iklannya yang terbilang ekslusif dan premium, serta harga kliknya yang jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan layanan PPC lainnya.

Oleh karena itu, tidak sedikit blogger yang terobsesi dengan Google Adsense. Dengan anggapan setelah mendaftarkan blog/website nya ke Google Adsense maka mereka akan dapat menghasilkan uang dengan jumlah yang cukup besar, sesuai yang diharapkan.

Namun nyatanya, tidak semua publisher (Penayang Iklan Google Adsense) mendapatkan penghasilan seperti yang diharapkan. Jangankan untuk mendapatkan penghasilan yang besar, bahkan untuk payout setiap bulan saja terkadang tidak memungkinkan.

Kenapa bisa begitu ?

Banyak publisher, terutama yang baru saja memiliki akun Google Adsense beranggapan bahwa mendulang dollar dari Google Adsense itu mudah, hanya cukup meletakan kode iklan di blog/website, mencari traffik sebesar-besarnya, lalu penghasilan akan datang sesuai yang diharapkan.

Tapi nyatanya, untuk bisa mendapatkan penghasilan yang besar dari Adsense, traffik yang besar saja tidaklah cukup. Anda juga harus memahami tentang bagaimana cara mengoptimalkan akun Adsense anda agar dapat bekerja secara optimal dan mendapatkan penghasilan sebesar mungkin.

Google Adsense sendiri, sebenarnya telah mengeluarkan fitur Kartu Skor pada halaman dashboard setiap publisher. Gunanya kartu skor ini menurut saya untuk memberikan informasi kepada publisher bahwa, sampai dimana mereka telah melakukan pengoptimalan terhadap akun Adsense miliknya.

Pada kartu skor ini, ada 3 poin yang disoroti oleh Google yaitu :

Pengoptimalan Pendapatan (Lebih mengarah kepada penggunaan unit iklan yang disarankan)

Kesehatan Situs (Kinerja situs, biasanya diukur dari kecepatan akses situs)

Multiperangkat (Apakah situs anda dapat diakses dengan baik dari semua perangkat)

Hal yang sering dilewatkan dalam meningkatkan penghasilan Google Adsense

Berdasarkan analisa saya, ada beberapa hal yang sering dilewatkan oleh pada publisher adsense dalam mengoptimalkan Adsense, yaitu :

  1. Peletakan Iklan

Cara menentukan peletakan iklan yang paling mudah menurut saya adalah dengan mengetahui perangkat yang digunakan oleh visitor blog/website anda adalah sebuah keharusan.

Dengan informasi tersebut, anda bisa mengetahui apakah pengunjung anda lebih dominan mengakses blog/website anda menggunakan komputer dekstop, atau dengan perangkat mobile.

Untuk mengetahui informasi tersebut, anda bisa mendapatkannya dari Google Analytics. Tepatnya pada bagian Pemirsa, Seluler, Ikhtisar.

Dari gambar diatas, dengan mayoritas pengunjung berasal dari mobile, maka peletakan iklan saya fokuskan pada bagian konten.

Kenapa pada bagian konten , bukan pada bagian sidebar ?

Karena pada tampilan blog/website yang responsif, konten ditampikan diatas, sedangkan bagian sidebar dan footer akan berada dibawah setelah bagian konten habis.

Bila tidak percaya, silakan anda cek disini

Dengan meletakan iklan pada bagian konten, jumlah klik yang didapat bisa lebih besar jika dibandingkan dengan meletakan iklan pada bagian side bar ataupun footer.

Berbeda hal nya jika pengunjung blog/website anda lebih dominan menggunakan komputer/dekstop. Mungkin anda bisa menggunakan format iklan-iklan besar (720 x 90, 300 x 600) pada bagian header dan side bar anda.

Dengan begitu, iklan akan lebih tampak pada pandangan visitor blog/website anda.

  1. Desain dan Ukuran Iklan

Selain tata letak iklan, hal yang seringkali dilupakan oleh para publisher Adsense adalah desain iklan. Mulai dari penggunaan jenis font, ukuran font, warna font, atau warna latar iklan, itu semua berpengaruh terhadap minat pengunjung untuk mengklik iklan.

Seperti yang dianjurkan oleh Google pada halaman support adsense miliknya, gaya iklan yang paling efektif yaitu ada 3 :

Paduan

Anda bisa memadukan gaya iklan yang anda buat dengan gaya template blog anda, membuatnya serasi dan terlihat seperti menyatu.

Mudahnya adalah, misal jika blog anda memiliki warna biru muda untuk warna tulisan yang mengandung link, mungkin anda bisa menggunakan warna yang sama untuk iklan anda.

Selain itu, anda juga bisa mengatur ukuran font menyerupai ukuran font pada blog/website anda. Dengan begitu, iklan akan terlihat lebih menyatu dengan konten pada blog/website anda.

Pengimbang

Selain gaya paduan, ada lagi yang namanya gaya pengimbang. Dengan ini, gaya iklan tidak harus menyerupai konten yang ada disekitarnya.

Hanya saja mungkin anda bisa menggunakan warna yang juga sudah ada pada template blog/website anda. Misal, anda menggunakan warna hijau untuk bagian menu, maka anda bisa menggunakan warna tersebut juga untuk gaya iklan anda.

Kontras

Gaya yang terakhir adalah gaya kontras. Maksudnya kontras disini adalah berlawanan dengan gaya yang ada pada template anda.

Agar lebih mudah, saya beri contoh. Misal blog/website anda menggunakan latar belakang dengan warna hitam, maka anda bisa membuat gaya iklan dengan latar belakang putih atau kuning sehingga membuat iklan tampak kontras dan menarik perhatian pengunjung.

Dengan tertariknya perhatian pengunjung terhadap sesuatu yang kontras, maka kemungkinan iklan anda di klik akan semakin besar.

Selain desain, kita juga tidak boleh melupakan yang namanya ukuran iklan. Setiap blog tentunya memiliki struktur template yang berbeda-beda.

Inilah yang membuat jenis ukuran iklan yang cocok untuk setiap blog/website bisa berbeda-beda.

Sebagai contoh, jika pengunjung blog/website anda lebih banyak menggunakan perangkat mobile daripada perangkat komputer/dekstop. Biasanya iklan yang cocok adalah bentuk iklan yang memanjang ke bawah (vertikal).

Kenapa memanjang ke bawah ? Karena pada template responsif, setiap bagian pada blog yang tidak muat dimunculkan ke samping, akan dibuat menjadi ke bawah. Untuk contoh, anda bisa lihat pada struktur blog ini jika diakses melalui perangkat mobile.

Anda bisa menggunakan format iklan dengan bentuk kotak (rectangle), atau persegi panjang dengan bentuk memanjang ke bawah (vertikal).

Atau bila anda tidak mau pusing menentukan format iklan yang cocok untuk blog anda, cobalah gunakan jenis iklan responsif yang disediakan oleh Google Adsense.

Hebatnya jenis iklan responsif ini adalah dia dapat menyesuaikan ukuran iklan sesuai dengan layar pengguna.

Sebagai contoh : Ukuran iklan akan muncul lebih besar jika anda membuka halaman web dengan komputer/dekstop, dibandingkan jika anda membuka halaman web menggunakan perangkat mobile.

Dengan jenis iklan ini pun anda tidak perlu khawatir jika blog/website anda diakses oleh jenis perangkat apapun, karena iklan akan menentukan ukurannya sendiri secara otomatis.

Anda bisa membuatnya dengan masuk ke dalam menu Iklan Saya atau My Ads jika anda menggunakan setting bahasa inggris pada akun Adsense anda.

  1. Kinerja Blog/Website Anda

Selain masalah unit iklan yang kurang dioptimalkan, hal yang sering dilewatkan oleh para publisher Adsense adalah kinerja blog/website nya sendiri.

Salah satu hal yang cukup penting dari kinerja blog adalah kecepatan akses halaman web. Kenapa saya bilang cukup penting ?

Jika anda lihat pada gambar kartu skor milik Google Adsense diatas, salah satu kriteria penilaiannya berasal dari kesehatan situs.

Yang apabila kita klik maka akan menampilkan analisis kinerja salah satu halaman web dari blog/website kita yang dipasangi script Google Adsense.

Analisis kinerja disini dilakukan dengan mengukur seberapa cepat halaman tersebut diakses. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan tool milik Google yaitu : Google Page Speed Insights

Dengan tool dari Google ini, kecepatan akses dari salah satu halaman anda yang dipasangi script adsense akan diuji, baik itu untuk akses perangkat mobile, dan juga dekstop.

Semakin cepat halaman blog/website anda diakses, maka semakin baik juga terhadap peningkatan penghasilan anda. Namun sebaliknya, semakin lambat halaman blog/website anda diakses maka semakin besar kemungkinan pengunjung yang meninggalkan halaman tersebut, bahkan sebelum mengetahui isinya.

Maka dari itu saya sarankan kepada anda untuk mulai memperhatikan kinerja blog/website anda, terutama dari masalah kecepatan akses halaman.

Untuk masalah ini, saya memiliki beberapa tips yang bisa anda coba untuk meningkatkan kecepatan akses dari suatu halaman.

Cobalah untuk meghindari penggunaan template yang berat (loadingnya lama), biasanya template yang menggunakan banyak script seperti javascript didalamnya akan memerluka waktu akses yang lebih lama.

Optimalkan penggunaan gambar pada blog/website anda. Usahakan menggunakan gambar yang tidak terlalu besar namun jangan terlalu kecil juga.

Jika anda menggunakan layanan hosting, carilah layanan hosting yang berkualitas dan memiliki layanan support yang baik. Untuk layanan hosting yang berkualitas, saya rasa anda bisa melakukan riset sendiri. Tapi saya pribadi, lebih tertarik menggunakan layanan dari Masterweb.

Gunakanlah widget-widget blog/website secara bijaksana. Sebisa mungkin menggunakan widget yang memang diperlukan.

  1. Plugin Google Adsense di WordPress

Masih belum banyak pengguna WordPress yang juga adalah publisher Adsense belum mengetahui plugin dari Google yang satu ini : Plugin Google Adsense.

Sama seperti plugin-plugin adsense lainnya yang banyak beredar di WordPress, plugin ini memiliki fungsi utama yaitu untuk memasang script Adsense pada blog anda sesuai pada tempat yang anda inginkan.

Misal : Dengan plugin Quick Adsense, saya bisa memasang script adsense saya pada bagian artikel sesuai dengan yang saya inginkan seperti pada awal artikel, setelah paragraf tertentu, setelah gambar, pada pertengahan artikel, pada akhir artikel, dan masih banyak lagi pilihan lainnya.

Namun apa yang membedakan plugin ini dengan plugin-plugin lainnya yang serupa ?

Menurut saya ada 3 kelebihan plugin ini jika dibandingkan dengan plugin-plugin lainnya yang serupa. Apa saja ?

  1. Rekomendasi Penempatan Iklan Berdasarkan Analisis Google

Dengan mengaktifkan plugin ini, maka secara otomatis Google akan melakukan analisis secara keseluruhan terhadap blog anda.

Berdasarkan data dari hasil analisis Google, nantinya mereka akan memberikan rekomendasi dimana seharusnya unit iklan Adsense diletakan.

Jika anda lihat pada gambar diatas, bagian yang saya beri tanda panah merah merupakan rekomendasi yang diberikan oleh Google mengenai tempat-tempat yang baik untuk diletakan unit iklan.

Selain itu, jika anda perhatikan pada bagian kiri atas gambar, disana ada kotak yang bertuliskan Single Post. Itu artinya rekomendasi tersebut hanya untuk halaman artikel.

Selain untuk halaman artikel, anda juga bisa menentukan peletakan unit iklan pada bagian Home Page, Halaman (Page), Category, dan Archive.

Tidak hanya itu, anda juga dapat menentukan bentuk iklan seperti apa yang anda inginkan untuk masing-masing unit iklannya.

  1. Situs Anda Terus Di Analisa

Dengan mengaktifkan plugin ini, maka situs anda akan terus dianalisa, sehingga dengan begitu, setiap ada perubahan konfigurasi dari anda yang memungkinkan iklan tidak dapat muncul pada perangkat tertentu ada pada halaman tertentu, maka anda akan mendapatkan pemberitahuan segera.

Anda bisa langsung memperbaikinya secepat mungkin, sehingga dapat mengurangi resiko kehilangan pendapatan.

  1. Automated Mobile Ads

Jika anda mengaktifkan fitur Automated Mobile Ads pada plugin ini, maka setiap iklan yang muncul pada perangkat mobile akan disetting secara otomatis.

Otomatis disini dimulai dari ukuran, jenis iklan, dan juga desain iklan. Plugin ini dapat memunculkan bentuk iklan yang dirasa paling berpotensial.

Tentu saja, hal tersebut dilakukan berdasarkan data dari analisa situs anda.

Pertanyaan saya, Apakah anda tertarik untuk menggunakan plugin ini ?

Jika iya, anda bisa mendownload plugin ini secara gratis langsung dari dashboard WordPress anda dengan mengetikan kata kunci “Google Adsense”

Kesimpulan Saya Tentang Cara Mengoptimalkan Performa Adsense

Agar terlihat lebih keren dan terstruktur, saya ingin menambahkan bagian kesimpulan pada penghujung artikel ini :D. Nah, menurut pendapat saya, ada beberapa kesimpulan yang dapat saya simpulkan ;

  1. Banyak traffic belum tentu penghasilan besar

Tidak sedikit publisher Adsense yang berpikiran bahwa dengan banyaknya traffic yang dia dapatkan, maka secara otomatis jumlah klik yang didapat akan semakin besar, yang ujung-ujungnya adalah penghasilan yang besar.

Padahal nyatanya belum tentu blog dengan traffic yang besar bisa mendapatkan jumlah klik yang besar. Bahkan bisa saja CTR/RKT yang didapatkan malah dibawah 1%.

Hal ini tidak terlepas dari pembahasan saya diatas mengenai pengoptimalan unit iklan mulai dari peletakan, desain, dan kinerja blog/website anda sendiri.

Selain itu, traffic yang datang ke blog/website anda belum tentu menjanjikan. Maksud saya disini adalah belum tentu anda mendapatkan traffic dengan target yang tepat.

Sebagai contoh : Menurut saya lebih baik mendapat traffic dari Google dengan keyword unggulan saya : “Tips Diet Sehat” dibandingkan jika saya mendapat traffic dari jejaring sosial dengan jumlah yang sama.

Karena menurut pendapat saya, traffic yang datang dari mesin pencari ex : Google, dengan keyword “Tips Diet Sehat” cenderung memang didominasi oleh mereka yang sedang membutuhkan informasi mengenai tips diet dan semacamnya.

Mereka yang semacam itu menurut saya lebih berpotensi untuk mengklik iklan, asal saja iklan yang muncul relevan dengan Tips Diet Sehat tersebut.

Namun traffic yang datang dari jejaring sosial, lebih berdasarkan rasa penasaran mereka terhadap artikel yang kita share, atau yang orang lain share di sana. Jadi lebih banyaknya hit and run (Buka, baca sebentar, lalu pergi).

Itu kalau menurut saya ya.

Tapi itu bukan berarti saya bilang bahwa traffic dari jejaring sosial itu kurang baik. Hanya saja jika dibandingkan dengan traffic dari mesin pencari, tentu saya lebih memilih traffic dari mesin pencari.

  1. Harus rajin mencoba

Orang tua saya bilang, untuk dapat berhasil maka kita jangan pernah malas mencoba. Sama seperti hal nya bermain Adsense, anda harus terus melakukan percobaan, dan jangan pernah bosan.

Untuk mendapatkan desain iklan yang paling cocok untuk blog/website anda, tidak bisa dilakukan hanya dengan menebak-nebak saja.

Anda perlu melakukan perbandingan antara unit iklan yang satu dengan yang lainnya, yang mana yang menurut anda paling menghasilkan.

Atau anda bisa juga melakukan percobaan dengan menggunakan fitur pengujian A/B pada akun Google Adsense anda. Tujuannya adalah dengan membandingkan gaya iklan yang satu dengan yang lainnya dengan menggunakan data langsung dari situs anda.

Nantinya, unit iklan yang paling produktif akan keluar sebagai pemenangnya. Untuk lengkapnya, anda bisa melihatnya pada Support Google Adsense.

Setelah saya mengutarakan analisa, pengalaman, dan pendapat saya diatas mengenai cara mengoptimalkan pendapatan Adsense. Sekarang saya juga ingin mendengarkan hal yang sama dari anda semua.

Apakah anda memiliki pendapat yang lain, atau hasil analisa yang lain yang tidak saya sebutkan diatas. Jika ada, mari kita diskusikan melalui kolom komentar dibawah ini. Saya tunggu !

Salam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *